Copyright © 2004, by RS. Pantai Indah Kapuk
Last Updated :
Best Viewed with IE 6.0in
1024 x 768 screen resolution



PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA
Dr. Hartono Gunardi, Sp.A


Pendahuluan
Tumbuh kembang merupakan ciri khas anak. Tumbuh dan kembang merupakan proses yang berjalan bersamaan, saling berkaitan dan sulit dipisahkan satu dengan lainnya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik anak dalam hal panjang/tinggi, berat badan dan lingkar kepala. Panjang/tinggi merupakan indikator pertumbuhan linier. Berat badan berkaitan dengan status gizi dan hidrasi, oleh karena itu dapat berubah ubah. Pertambahan lingkar kepala berkaitan dengan pertumbuhan otak yang selanjutnya berhubungan dengan perkembangan anak. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan fungsi individu, antara lain dalam bidang motor/gerak kasar, halus, pendengaran, penglihatan, komunikasi, bahasa, intelektual, emosi dan sosial.

Periode Kritis
Tumbuh kembang otak yang pesat, terutama terjadi pada masa prenatal dan selama dua tahun pertama setelah lahir. Sekitar 100 juta sel neuron terdapat di otak yang berkembang sempurna, dan replikasi neuron selesai sebelum lahir. Sebagian besar pertumbuhan ini terjadi dalam 3 bulan pertama kehamilan. Myelinisasi bermula di medulla spinalis pada bulan keempat kehamilan; di otak mulai pada semester ketiga.
Waktu lahir, sistem saraf autonom telah matang dan ber-myelinisasi. Nervus kranialis, kecuali nervus I dan ervus II, juga sudah ber-myelinisasi. Korteks serebri dan hubungan ke talamus serta ganglia basalia belum ter-myelinisasi. Diperlukan waktu 2 tahun untuk proses myelinisasi area tersebut dan medulla spinalis. Oleh karena itu, bila anak yang tumbuh kembang otaknya dalam periode kritis kurang baik, maka kemampuan intelektual pada waktu dewasapun kurang memuaskan.

Angka Kejadian gangguan tumbuh kembang
Dalam suatu survei dengan tumbuh kembang anak balita dengan cara multi stage random sampling di sebuah kelurahan di Jakarta Timur pada tahun 1997, didapatkan status gizi normal 5,2 %, gizi kurang 18,6 %, gizi lebih 1,37 % dan obesitas 15,7 %, perkembangan yang normal 74,5 % serta diduga keterlambatan perkembangan 25,5 %.

Pemantauan Tumbuh Kembang
Pertumbuhan anak dipantau secara klinis dan secara antropometris. Untuk tinggi dan berat badan dipakai kurva National Centre of Health Statistic (NCHS) tahun 1979 (lampiran 1).

Tinggi Badan
Tinggi Badan adalah parameter sederhana, mudah dilakukan dan diulang, bila dikaitkan dengan berat badan akan memberikan informasi yang bermakna bagi klinikus. Seperti berat badan, evaluasi tinggi badan juga memerlukan data umur yang tepat, dan jenis kelamin.

Berat Badan
Pemantauan berat badan membantu mendeteksi gangguan pertumbuhan. Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di-plot dalam kurva berat dan tinggi NCHS. Balita normal pada umumnya mempunyai berat badan di atas persentil 5 NCHS, tetapi berat badan dapat naik atau turun memotong 1 - 2 kurva persentil berat badan. Jika kurva berat badan memotong lebih dari 2 kurva persentil, keadaan ini disebut failure to thrive (gagal tumbuh), yang dapat disebabkan oleh faktor medis (penyakit), faktor nutrisi, maupun faktor psikososial (deprivasi maternal).

Lingkar Kepala
Lingkar kepala dipengaruhi oleh status gizi anak sampai usia 36 bulan. Lingkar kepala dipantau dengan menggunakan kurva lingkar kepala Nelhaus (lampiran 2). Ukuran kepala yang lebih kecil dari persentil 2, disebut mikrosefali, berhubungan dengan gangguan perkembangan. Mikrosefali yang progresif berhubungan dengan kelainan degenerasi SSP (Susunan Saraf Pusat). Makrosefali, lingkar kepala lebih dari persentil 98, mungkin disebabkan oleh Hidrosefalus, Neurofibromatosis atau Megaensefali.

Perkembangan
Bayi atau anak dengan resiko tinggi perlu dipantau perkembangannya dengan melakukan skrining perkembangan secara periodik. Perkembangan anak merupakan maturasi fungsi, meliputi : motor/gerak kasar, halus, pendengaran, penglihatan, komunikas, bahasa, intelektual, emosi dan sosial.

Jadwal Pemantauan
Bayi, dipantau tiap bulan sampai umur 1 tahun, sedangkan pada anak balita, dipantau tiap 3 bulan sampai umur 5 tahun.

Bayi yang perlu dipantau
Bayi yang memerlukan skrining perkembangan secara berkala adalah bayi dengan resiko tinggi, yaitu :
1. Faktor resiko biologis, antara lain : prematuritas, hiperbilirubinemia, perdarahan intra kranial, retardasi pertumbuhan intra uterin, mikrosefali, malformasi kongenital, meningitis/sepsis, penyakit paru seperti : sindrom gawat napas, sindrom aspirasi mekonium, kejang pada neonatus, ibu penyalahguna obat.
2. Faktor resiko lingkungan, antara lain : sosial ekonomi rendah, anak yang tidak diinginkan, ibu remaja, orang tua cerai, orang tua/pengasuh dengan gangguan emosi atau retardasi mental atau tidak mempunyai keterampilan mengasuh, atau menyalahgunakan obat.

Skrining Perkembangan Anak : Denver II
Skrining perkembangan yang banyak digunakan adalah Denver II. Denver II merupakan penyempurnaan Denver Development Screening Test ((DDST) yang diterbitkan pertama kali tahun 1967. Sampai tahun 1990, DDST telah digunakan minimal di 54 negara dan telah men-skrining lebih dari 50 juta orang anak. Denver II mencakup usia 0 - 6 tahun, dan 4 bidang perkembangan, yaitu : personal-sosial, bahasa, motor/gerak kasar dan motor/gerak halus.
Denver II terdiri dari 125 butir uji yang disusun dalam 4 sektor fungsi, yaitu :
1. Personal-sosial, berhubungan dengan orang lain dan pemenuhan kebutuhan sendiri.
2. Gerak halus-adaptif, koordinasi mata- tangan, manipulasi objek kecil.
3. Bahasa-dengar, mengerti dan menggunakan bahasa.
4. Gerak kasar-duduk, berjalan, melompat dan gerak otot besar keseluruhan.