| PEMANTAUAN
TUMBUH KEMBANG BALITA
Dr. Hartono Gunardi, Sp.A
Pendahuluan
Tumbuh kembang merupakan ciri khas anak. Tumbuh dan kembang merupakan
proses yang berjalan bersamaan, saling berkaitan dan sulit dipisahkan
satu dengan lainnya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik
anak dalam hal panjang/tinggi, berat badan dan lingkar kepala. Panjang/tinggi
merupakan indikator pertumbuhan linier. Berat badan berkaitan dengan
status gizi dan hidrasi, oleh karena itu dapat berubah ubah. Pertambahan
lingkar kepala berkaitan dengan pertumbuhan otak yang selanjutnya
berhubungan dengan perkembangan anak. Perkembangan adalah bertambahnya
kemampuan fungsi individu, antara lain dalam bidang motor/gerak
kasar, halus, pendengaran, penglihatan, komunikasi, bahasa, intelektual,
emosi dan sosial.
Periode
Kritis
Tumbuh kembang otak yang pesat, terutama terjadi pada masa prenatal
dan selama dua tahun pertama setelah lahir. Sekitar 100 juta sel
neuron terdapat di otak yang berkembang sempurna, dan replikasi
neuron selesai sebelum lahir. Sebagian besar pertumbuhan ini terjadi
dalam 3 bulan pertama kehamilan. Myelinisasi bermula di medulla
spinalis pada bulan keempat kehamilan; di otak mulai pada semester
ketiga.
Waktu lahir, sistem saraf autonom telah matang dan ber-myelinisasi.
Nervus kranialis, kecuali nervus I dan ervus II, juga sudah ber-myelinisasi.
Korteks serebri dan hubungan ke talamus serta ganglia basalia belum
ter-myelinisasi. Diperlukan waktu 2 tahun untuk proses myelinisasi
area tersebut dan medulla spinalis. Oleh karena itu, bila anak yang
tumbuh kembang otaknya dalam periode kritis kurang baik, maka kemampuan
intelektual pada waktu dewasapun kurang memuaskan.
Angka
Kejadian gangguan tumbuh kembang
Dalam suatu survei dengan tumbuh kembang anak balita dengan cara
multi stage random sampling di sebuah kelurahan di Jakarta Timur
pada tahun 1997, didapatkan status gizi normal 5,2 %, gizi kurang
18,6 %, gizi lebih 1,37 % dan obesitas 15,7 %, perkembangan yang
normal 74,5 % serta diduga keterlambatan perkembangan 25,5 %.
Pemantauan
Tumbuh Kembang
Pertumbuhan anak dipantau secara klinis dan secara antropometris.
Untuk tinggi dan berat badan dipakai kurva National Centre of Health
Statistic (NCHS) tahun 1979 (lampiran 1).
Tinggi
Badan
Tinggi Badan adalah parameter sederhana, mudah dilakukan dan diulang,
bila dikaitkan dengan berat badan akan memberikan informasi yang
bermakna bagi klinikus. Seperti berat badan, evaluasi tinggi badan
juga memerlukan data umur yang tepat, dan jenis kelamin.
Berat Badan
Pemantauan berat badan membantu mendeteksi gangguan pertumbuhan.
Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di-plot dalam
kurva berat dan tinggi NCHS. Balita normal pada umumnya mempunyai
berat badan di atas persentil 5 NCHS, tetapi berat badan dapat naik
atau turun memotong 1 - 2 kurva persentil berat badan. Jika kurva
berat badan memotong lebih dari 2 kurva persentil, keadaan ini disebut
failure to thrive (gagal tumbuh), yang dapat disebabkan oleh faktor
medis (penyakit), faktor nutrisi, maupun faktor psikososial (deprivasi
maternal).
Lingkar
Kepala
Lingkar kepala dipengaruhi oleh status gizi anak sampai usia 36
bulan. Lingkar kepala dipantau dengan menggunakan kurva lingkar
kepala Nelhaus (lampiran 2). Ukuran kepala yang lebih kecil dari
persentil 2, disebut mikrosefali, berhubungan dengan gangguan perkembangan.
Mikrosefali yang progresif berhubungan dengan kelainan degenerasi
SSP (Susunan Saraf Pusat). Makrosefali, lingkar kepala lebih dari
persentil 98, mungkin disebabkan oleh Hidrosefalus, Neurofibromatosis
atau Megaensefali.
Perkembangan
Bayi atau anak dengan resiko tinggi perlu dipantau perkembangannya
dengan melakukan skrining perkembangan secara periodik. Perkembangan
anak merupakan maturasi fungsi, meliputi : motor/gerak kasar, halus,
pendengaran, penglihatan, komunikas, bahasa, intelektual, emosi
dan sosial.
Jadwal
Pemantauan
Bayi, dipantau tiap bulan sampai umur 1 tahun, sedangkan pada anak
balita, dipantau tiap 3 bulan sampai umur 5 tahun.
Bayi
yang perlu dipantau
Bayi yang memerlukan skrining perkembangan secara berkala adalah
bayi dengan resiko tinggi, yaitu :
1. Faktor resiko biologis, antara lain : prematuritas, hiperbilirubinemia,
perdarahan intra kranial, retardasi pertumbuhan intra uterin, mikrosefali,
malformasi kongenital, meningitis/sepsis, penyakit paru seperti
: sindrom gawat napas, sindrom aspirasi mekonium, kejang pada neonatus,
ibu penyalahguna obat.
2. Faktor resiko lingkungan, antara lain : sosial ekonomi rendah,
anak yang tidak diinginkan, ibu remaja, orang tua cerai, orang tua/pengasuh
dengan gangguan emosi atau retardasi mental atau tidak mempunyai
keterampilan mengasuh, atau menyalahgunakan obat.
Skrining
Perkembangan Anak : Denver II
Skrining perkembangan yang banyak digunakan adalah Denver II. Denver
II merupakan penyempurnaan Denver Development Screening Test ((DDST)
yang diterbitkan pertama kali tahun 1967. Sampai tahun 1990, DDST
telah digunakan minimal di 54 negara dan telah men-skrining lebih
dari 50 juta orang anak. Denver II mencakup usia 0 - 6 tahun, dan
4 bidang perkembangan, yaitu : personal-sosial, bahasa, motor/gerak
kasar dan motor/gerak halus.
Denver II terdiri dari 125 butir uji yang disusun dalam 4 sektor
fungsi, yaitu :
1. Personal-sosial, berhubungan dengan orang lain dan pemenuhan
kebutuhan sendiri.
2. Gerak halus-adaptif, koordinasi mata- tangan, manipulasi objek
kecil.
3. Bahasa-dengar, mengerti dan menggunakan bahasa.
4. Gerak kasar-duduk, berjalan, melompat dan gerak otot besar keseluruhan.
|