Copyright © 2004, by RS. Pantai Indah Kapuk
Last Updated :
Best Viewed with IE 6.0in
1024 x 768 screen resolution



DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

Nina I.S.H. Supit

PENDAHULUAN

Deteksi Dini Kanker, sangat perlu karena penyakit kanker merupakan salah satu penyakit masa depan disamping penyakit degeneratif lain seperti kardiovaskuler dan sudah dapat dipastikan bahwa deteksi dan diagnosa dini serta penanganan terapi yang adekuat akan menghasilkan prognosa yang baik dan dengan cara itu penyakit kanker tidak perlu ditakuti.

Makin dini stadium kanker diketahui semakin besar kemungkinan untuk sembuh dan kita ketahui bahwa untuk dapat menyembuhkan kanker dengan cara pembedahan, penyinaran dan khemoterapi diperlukan penemuan penyakit sebelum sel-sel kanker menyebar ( stadium dini ) sehingga diperoleh hasil pengobatan yang memuaskan.

Saat ini angka kejadian dan kesakitan keganasan payudara masih tinggi tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di negara-negara maju keganasan payudara masih menjadi salah satu keganasan yang terbanyak pada wanita.

Penatalaksanaan keganasan payudara telah mengalami kemajuian yang sangat pesat, akan tetapi walaupun demikian angka kematian dan angka kejadian keganasan payudara masih tetap tinggi, hal ini disebabkan penderita ditemukan pada stadium lanjut dan oleh karena itu deteksi dan diagnosa dini keganasan payudara memegang peranan sangat penting untuk memperbaiki prognosa disamping faktor klinis lainnya. Apabila keganasan payudara dapat terdeteksi secara dini dan mendapat penanganan yang secepatnya maka akan memberikan harapan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih baik

Dengan semakin majunya IPTEK makin banyak pula dihasilkan alat-alat canggih sebagai sarana penunjang dalam bidang radiologi, akan tetapi sampai saat ini masih merupakan pemeriksaan unggulan dalam mendeteksi keganasan payudara adalah mamografi. Di negara-negara maju pemeriksaan mamografi merupakan pemeriksaan rutin dalam kegiatan skrining keganasan payudara terutama pada wanita dewasa diatas usia 40 tahun, yang pada usia tersebut kekerapan akan terjadinya keganasan payudara makin meningkat.


DETEKSI DINI KEGANASAN PAYUDARA

Karena letak payudara diluar maka seharusnya gejala awal dapat segera ditemukan oleh setiap wanita, oleh karena itu setiap wanita harus mengambil peran aktif dalam mendeteksi secara dini keganasan payudara, dimana secara rutin dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Karena ternyata 75% - 85% keganasan payudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri.

Pemeriksaan mamografi sebagai sarana penunjang diagnostic hingga saat ini masih menjadi pemeriksaan unggulan dengan kemampuan yang tinggi dalam skrining maupun akurasinya dalam hal deteksi dini keganasan payudara. Ketepatan pemeriksaan mamografi ini berbeda-beda menurut laporan dimana berkisar antara 83% - 95%.

MAMOGRAFI

Tujuan utama pemeriksaan mamografi adalah untuk deteksi dini keganasan payudara. Mamografi terutama berperan pada payudara yang mempunyai jaringan lemak yang dominan serta jaringan fibroglanduler yang relatif lebih sedikit.

Posisi utama yang digunakan adalah kraniokaudal dan mediolateral dengan posisi dan kompresi yang benar serta baik untuk mendapatkan hasil yang optimal, dimana penderita berdiri atau duduk didepan pesawat mamografi, dengan meja yang dapat digerakkan, lalu penderita meletakkan payudara yang akan diperiksa diatas meja tersebut. Pemotretan dengan arah sinar vertikal untuk posisi kraniokaudal dan arah sinar horizontal untuk posisi mediolateral.

Juga dikenal posisi lateromedial dan untuk melihat aksila bebas dari tulang iga yaitu axillary projection.

Kapan Mamografi dilakukan :

1. Adanya benjolan dan rasa tidak enak pada payudara
2. Pada wanita dengan riwayat resiko tinggi untuk mendapatkan keganasan payudara
3. Pembesaran kelenjar getah bening pada daerah ketiak yang meragukan
4. Penyakit Paget's pada puting susu
5. Adanya penyebab metastasis tanpa diketahui asal tumor primer
6. Pada penderita dengan cancer phobia
7. Follow up penderita-penderita pasca operasi dengan kemungkinan kambuh atau keganasan payudara yang kontralateral.

Gambaran keganasan payudara yang dapat ditemukan pada mamografi :

· Tanda primer berupa lesi berdensita padat dengan reaksi fibrosis, comet sign ( stellata ), adanya perbedaan yang nyata antara ukuran pada pemeriksaan secara klinis dengan hasil mamografi, adanya perkapuran yang bersifat mikro atau tampak distorsi pada struktur arsitektur payudara / spikulae.

· Tanda sekunder berupa penarikan dan penebalan kulit, perubahan
posisi / penarikan puting susu dan keadaan daerah tumor dengan
jaringan sekitarnya menjadi tidak teratur.

Gambaran mamografi pada tumor jinak adalah sebagai berikut :

1. Lesi dengan densitas meningkat, batas tegas dan licin serta teratur
2. Adanya "halo" disebabkan pedesakan jaringan sekitar tumor terutama jaringan lemak yang menyebabkan gambaran hitam melingkar seluruh atau sebagian tumor kadang - kadang tampak perkapuran yang kasar dan umumnya dapat dihitung

KESIMPULAN

· Mamografi relatif mudah dan murah untuk mendeteksi secara dini adanya keganasan payudara dengan ketepatan/akurasi yang tinggi.

· Sangat penting mengadakan skrining pertama kali mamografi pada wanita-wanita berusia 35 tahun - 40 tahun terutama bagi yang resiko tinggi.

· Pemeriksaan Payudara Sendiri adalah salah satu bentuk peran aktif kaum wanita dalam mendeteksi dini keganasan payudara

KEPUSTAKAAN

1. Basset W. Lawrence, Mariana Y, Richard G, Catherine Y : Usefulness of Mammography and Sonography in Women Less than 35 years of age. Radiology 1991; 180 : 831 - 835
2. de paredes Ellen shaw, Luisa P.M, Bernard V.E : Breast Cancer in Women 35 years of Age and Younger Mammographic Finding. Radiology 1990 ; 177 : 117 - 119
3. Egan RL : Breast Imaging, Diagnostic and Morphology of Breast Disease, WB. Saunders Company, Philadelphia 1988 : 59 - 72
4. Haffy G. Bruce, Phyllis Kornguth, Diana Ficher, Malcolm Beinfild, Charles Mc Khann : Mammographycally Detected Breast Cancer. Cancer 1991:67:2801 - 2804
5. Heywang S.H - Kobrunner, Ingrid Scheer, Dershaw DD : Diagnostic Breast Imaging, Georg Thieme Verlag, Stuttgart. New York 1997
6. Makes D : Peranan Radiodiagnostik dan Imaging Dalam Penemuan Dini Kanker Payudara. Buku Kanker Paru dan Payudara. Jakarta 1986; 112- 119