Copyright © 2004, by RS. Pantai Indah Kapuk
Last Updated :
Best Viewed with IE 6.0in
1024 x 768 screen resolution


Tegar Menghadapi Krisis
Oleh : Dr Elisa Tandiono, Sp.KJ

Sudah berapa waktu lamanya Surya sulit tidur, tidak nafsu makan dan merasa letih terus menerus. Pasalnya sejak Lehman Brothers, Merrill Lynch, AIG goyah di negara paman Sam, Surya mulai merasakan imbasnya. Mulai dari nilai-nilai sahamnya yang anjlok hingga, perusahaan industri tempat ia bekerja sebagai manajer penjualan sudah mengurangi produksinya dan santer terdengar akan terjadi pengurangan karyawan. Semakin dipikirkan Surya semakin cemas terhadap masa depan diri dan keluarganya. Hal lain yang juga menambah beban pemikirannya yaitu rumah yang ditempati Surya, istri dan dua orang anaknya belum lunas sementara bunga KPR yang mencapai 15% rasa-rasanya tidak sanggup dicicilnya. Untuk menjual saham yang tadinya diperuntukkan sebagai investasi dan cadangan, ia merasa sayang karena nilainya tidak mencapai setengah nilai saat ia membeli. Surya merasa ia sedang terperangkap dalam krisis dan tidak tahu bagaimana jalan keluarnya.

Pendahuluan

Pada dasarnya setiap orang mengalami perubahan setiap waktu. Jika perubahan tersebut tidak terlalu besar dan tidak bersifat negatif maka akan terjadi proses adaptasi yang mudah bahkan alami sehingga kadang-kadang tidak disadari. Akan tetapi saat seseorang menghadapi suatu perubahan yang traumatis, tidak menyenangkan atau melewati situasi yang berbahaya dan tidak stabil baik di bidang politik,sosial, ekonomi, finansial, keamanan maupun dalam kehidupan pribadi dapat dikatakan orang tersebut sedang menghadapi krisis.
Sebagai contoh krisis bisa diakibatkan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami atau banjir maupun tragedi akibat serangan teroris seperti kejadian bom Bali. Krisis lain dialami saat seseorang atau orang yang dikasihinya sakit berat, meninggal atau saat diterpa krisis moneter. Namun sebagian orang sering merasa hidupnya tidak lepas dari krisis. Hal-hal yang dianggap orang lain dapat diatasi bagi dia merupakan hal yang berat seperti tidak bisa membagi waktu, bertengkar dengan pasangan hidup, tidak cocok dengan atasan dan sebagainya. Oleh sebab itu penyebab krisis sangat beragam dan berbeda-beda makna dan dampaknya bagi tiap orang.
Dampak Krisis bagi Kehidupan Kita
Ada beberapa reaksi yang acap terjadi saat kita sedang menghadapi krisis antara lain :

  1. Rasa tidak percaya dan menyangkal
  2. Marah
    Krisis membuat kira merasa marah karena begitu besar kekecewaan yang mengendap setelah penyangkalan itu usai
  3. Tawar Menawar
  4. Depresi
    Saat kita menyadari bahwa krisis ini memang sedang melanda diri kita dan tak terelakkan dapat timbul rasa sedih, putus asa, frustrasi dan apatis.
  5. Penerimaan
    Pada orang-orang dengan ketahanan mental yang cukup, pada akhirnya akan mencapai fase ini atau bahkan mereka melewati fase-fase di atas dengan cepat atau melangkahinya. Semakin cepat kita dapat menerima apa yang terjadi dalam hidup kita, semakin cepat kita dapat mencari solusi yang terbaik untuk masalah yang membelenggu kita.
  6. Reaksi-reaksi lainnya
    Selain lima reaksi di atas biasanya dapat timbul beberapa reaksi lainnya yang menyelingi reaksi di atas seperti :
    - Takut
    - Stress
    Stres timbul apabila kapasitas emosi dan jiwa kita terkuras akibat krisis ini.
    - Rasa Bersalah
    Dapat timbul perasaan seakan-akan kita yang menyebabkan krisis ini

Melatih Ketegaran

  1. Melihat Krisis sebagai Kesempatan
    Orang yang dapat tegar menghadapi krisis adalah yang bersikap positif. Aksara Cina untuk kata krisis sendiri terdiri dari kombinasi kata 'bahaya' dan 'kesempatan'. .
  2. Melatih kemampuan menghadapi stres
    a. Observasi Diri
    b. Ubah pola pikir negatif
    Seringkali dalam menghadapi krisis pikiran negatif otomatis mendominasi kita dan mempengaruhi reaksi kita, mempersempit kemampuan kita memecahkan masalah dan menimbulkan berbagai gangguan jiwa seperti depresi dan kecemasan.
  3. Problem Solving
    a. Identifikasi masalah sebenarnya
    Dengan mengidentifikasi krisis yang terjadi, kita mengembalikannya ke perspektif dan proporsi yang benar sehingga kita dapat lebih obyektif mengambil langkah selanjutnya.
    b. Cari alternatif solusi sebanyak mungkin
    c. Mengimplementasi solusi tersebut
  4. Tingkatkan spiritualitas anda
  5. Berhenti menyalahkan diri sendiri.
    Evaluasi diri penting agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama dan lebih bijak di masa depan. Namun menyalahkan diri terus-menerus sama sekali tidak ada faedahnya.
  6. Cari teman atau kelompok pendukung yang senasib
    Membina persahabatan maupun ikut dalam suatu kelompok pendukung dapat meningkatkan rasa aman, rasa dihargai dan dipahami.
  7. Miliki komitmen
    Miliki komitmen untuk terus melatih ketegaran. Orang yang tegar menghadapi krisis merasa ada tujuan dalam hidupnya dan terus berkomitmen untuk aktif, memotivasi diri ke arah yang positif, membuat lingkungan tempat ia berada menjadi lebih baik. Mereka juga berkomitmen untuk belajar dari segala krisis tersebut.