Tegar Menghadapi Krisis
Oleh : Dr Elisa Tandiono, Sp.KJ
Sudah berapa waktu lamanya Surya sulit tidur, tidak
nafsu makan dan merasa letih terus menerus. Pasalnya sejak Lehman
Brothers, Merrill Lynch, AIG goyah di negara paman Sam, Surya mulai
merasakan imbasnya. Mulai dari nilai-nilai sahamnya yang anjlok
hingga, perusahaan industri tempat ia bekerja sebagai manajer penjualan
sudah mengurangi produksinya dan santer terdengar akan terjadi pengurangan
karyawan. Semakin dipikirkan Surya semakin cemas terhadap masa depan
diri dan keluarganya. Hal lain yang juga menambah beban pemikirannya
yaitu rumah yang ditempati Surya, istri dan dua orang anaknya belum
lunas sementara bunga KPR yang mencapai 15% rasa-rasanya tidak sanggup
dicicilnya. Untuk menjual saham yang tadinya diperuntukkan sebagai
investasi dan cadangan, ia merasa sayang karena nilainya tidak mencapai
setengah nilai saat ia membeli. Surya merasa ia sedang terperangkap
dalam krisis dan tidak tahu bagaimana jalan keluarnya.
Pendahuluan
Pada dasarnya setiap orang mengalami perubahan
setiap waktu. Jika perubahan tersebut tidak terlalu besar dan tidak
bersifat negatif maka akan terjadi proses adaptasi yang mudah bahkan
alami sehingga kadang-kadang tidak disadari. Akan tetapi saat seseorang
menghadapi suatu perubahan yang traumatis, tidak menyenangkan atau
melewati situasi yang berbahaya dan tidak stabil baik di bidang
politik,sosial, ekonomi, finansial, keamanan maupun dalam kehidupan
pribadi dapat dikatakan orang tersebut sedang menghadapi krisis.
Sebagai contoh krisis bisa diakibatkan bencana alam seperti gempa
bumi, tsunami atau banjir maupun tragedi akibat serangan teroris
seperti kejadian bom Bali. Krisis lain dialami saat seseorang atau
orang yang dikasihinya sakit berat, meninggal atau saat diterpa
krisis moneter. Namun sebagian orang sering merasa hidupnya tidak
lepas dari krisis. Hal-hal yang dianggap orang lain dapat diatasi
bagi dia merupakan hal yang berat seperti tidak bisa membagi waktu,
bertengkar dengan pasangan hidup, tidak cocok dengan atasan dan
sebagainya. Oleh sebab itu penyebab krisis sangat beragam dan berbeda-beda
makna dan dampaknya bagi tiap orang.
Dampak Krisis bagi Kehidupan Kita
Ada beberapa reaksi yang acap terjadi saat kita sedang menghadapi
krisis antara lain :
- Rasa tidak percaya dan menyangkal
- Marah
Krisis membuat kira merasa marah karena begitu besar kekecewaan
yang mengendap setelah penyangkalan itu usai
- Tawar Menawar
- Depresi
Saat kita menyadari bahwa krisis ini memang sedang melanda diri
kita dan tak terelakkan dapat timbul rasa sedih, putus asa, frustrasi
dan apatis.
- Penerimaan
Pada orang-orang dengan ketahanan mental yang cukup, pada akhirnya
akan mencapai fase ini atau bahkan mereka melewati fase-fase di
atas dengan cepat atau melangkahinya. Semakin cepat kita dapat
menerima apa yang terjadi dalam hidup kita, semakin cepat kita
dapat mencari solusi yang terbaik untuk masalah yang membelenggu
kita.
- Reaksi-reaksi lainnya
Selain lima reaksi di atas biasanya dapat timbul beberapa reaksi
lainnya yang menyelingi reaksi di atas seperti :
- Takut
- Stress
Stres timbul apabila kapasitas emosi dan jiwa kita terkuras akibat
krisis ini.
- Rasa Bersalah
Dapat timbul perasaan seakan-akan kita yang menyebabkan krisis
ini
Melatih Ketegaran
- Melihat Krisis sebagai Kesempatan
Orang yang dapat tegar menghadapi krisis adalah yang bersikap
positif. Aksara Cina untuk kata krisis sendiri terdiri dari kombinasi
kata 'bahaya' dan 'kesempatan'. .
- Melatih kemampuan menghadapi stres
a. Observasi Diri
b. Ubah pola pikir negatif
Seringkali dalam menghadapi krisis pikiran negatif otomatis mendominasi
kita dan mempengaruhi reaksi kita, mempersempit kemampuan kita
memecahkan masalah dan menimbulkan berbagai gangguan jiwa seperti
depresi dan kecemasan.
- Problem Solving
a. Identifikasi masalah sebenarnya
Dengan mengidentifikasi krisis yang terjadi, kita mengembalikannya
ke perspektif dan proporsi yang benar sehingga kita dapat lebih
obyektif mengambil langkah selanjutnya.
b. Cari alternatif solusi sebanyak mungkin
c. Mengimplementasi solusi tersebut
- Tingkatkan spiritualitas anda
- Berhenti menyalahkan diri sendiri.
Evaluasi diri penting agar kita tidak melakukan kesalahan yang
sama dan lebih bijak di masa depan. Namun menyalahkan diri terus-menerus
sama sekali tidak ada faedahnya.
- Cari teman atau kelompok pendukung yang senasib
Membina persahabatan maupun ikut dalam suatu kelompok pendukung
dapat meningkatkan rasa aman, rasa dihargai dan dipahami.
- Miliki komitmen
Miliki komitmen untuk terus melatih ketegaran. Orang yang tegar
menghadapi krisis merasa ada tujuan dalam hidupnya dan terus berkomitmen
untuk aktif, memotivasi diri ke arah yang positif, membuat lingkungan
tempat ia berada menjadi lebih baik. Mereka juga berkomitmen untuk
belajar dari segala krisis tersebut.
|