Indikasi pemasangan implan
koklea adalah anak dengan gangguan tuli saraf berat di kedua telinga
yang tidak memperoleh manfaat dengan memakai alat bantu dengar dan
orang dewasa yang telah memiliki kemampuan bahasa sebelumnya (post
lingual).
Sebelum program ini dikembangkan di Indonesia,
telah ada 30 anak Indonesia yang menggunakannya dengan mengikuti
program ini di Australia, Amerika, Singapura, dengan segala macam
kesulitan seperti biaya, waktu, bahasa, dll. Pengembangan program
ini di Indonesia diawali oleh kelompok orangtua pengguna implan
koklea pada akhir tahun 1999 dengan membentuk Yayasan Rumah Siput
Indonesia. Selanjutnya Yayasan bekerja sama dengan Pusat Kesehatan
Telinga dan Komunikasi Bagian THT FKUI - RSCM, RS Pantai Indah Kapuk
memulai langkah pengembangan program di Jakarta.
Pada awal program mendapat bantuan dari Singapore
General Hospital dan selanjutnya terus berkembang dengan program
alih teknologi dan keterampilan melalui kerja sama dengan Cochlear
Ltd, Australia.
Pelayanan Program Implan Koklea melalui beberapa
tahap :
-
Proses seleksi dan evaluasi kandidat.
Dilakukan pemeriksaan gangguan pendengaran seperti BERA, Otoakustik
Emisi, Timpanometri, Audiometri. Dilanjutkan dengan Auditory-Verbal
Therapy (AVT) dengan memakai ABD untuk melatih kandidat berbicara
dengan fokus pendengaran selama + 2 bulan. Setelah ABD diyakini
tidak memberi manfaat, maka direncanakan untuk dilakukan operasi.
-
Tindakan operasi dilakukan setelah pemeriksaan
laboratorium, CT Scan dan atau MRI, konsultasi dokter Spesialis
Anak, dokter Spesialis Anestesi dan psikologi. Operasi pemasangan
Cochlear Implant harus dilaksanakan di rumah sakit dan umumnya
berlangsung 3 sampai 4 jam. Operasi dilaksanakan dengan pembiusan
total dengan tahap-tahap mastoidektomi, timpanostomi posterior,
membuat tatakan (pad), kokhleostomi dan memasukkan electrode
ke kokhlea.
-
Proses rehabilitasi dilakukan dengan menyalakan
elektroda / switch on ( pada minggu ke 2 - 3 pasca operasi)
dan pemetaan / mapping, selanjutnya diteruskan dengan AVT untuk
latihan bicara yang berfokus pada kemampuan mendengar.
Pada akhir Juli 2002 telah dilakukan operasi
pemasangan implan koklea yang pertama kalinya di Indonesia dan dilaksanakan
oleh dokter ahli Indonesia dengan bimbingan seorang dokter ahli
dari Australia. Namun saat ini operasi Implan Koklea dapat dilaksanakan
oleh Tim dokter Implan Koklea RS. PANTAI INDAH KAPUK yang seluruhnya
dari Indonesia.
Dalam kurun waktu 3 tahun (Juli 2002 - November 2005) telah dilakukan
pemasangan implan koklea pada 24 penderita tuli saraf berat. Dari
evalusai yang dilaksanakan pada ke-24 pasien tersebut yang menjalani
pemasangan implant koklea (satu pasien reimplantasi), didapatkan
hasil sebagai berikut :
- Mampu menyadari suara lingkungan, membedakan suara lingkungan
dan membedakan suara bicara pada 19 pasien dalam jangka waktu
6 bulan.
- Mampu memahami pembicaraan sehari - hari setelah menggunakan
implant koklea selama 2 tahun.
- Memahami percakapan timbal balik dan berkomunikasi menggunakan
telepon pada 8 pasien setelah 2 tahun menggunakan implant koklea.
Implan kokhlea merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi tuli
saraf berat, dan diperlukan adanya kerjasama tim dan dukungan yang
kuat dari keluarga untuk mendapatkan hasil yang optimal.
|