Copyright © 2004, by RS. Pantai Indah Kapuk
Last Updated :
Best Viewed with IE 6.0in
1024 x 768 screen resolution


PROGRAM COCHLEAR IMPLANT

Gangguan pendengaran dan Cochlear Implant
Gangguan pendenganran dapat dialami semua orang dari semua golongan usia, dan disebabkan oleh banyak factor. Gangguan pendengaran pada anak-anak akan mengganggu perkembangan kemampuan bahasa dan berbicara.

Apakah Cochlear Implant itu ?
Cochlear Implant adalah alat Bantu dengar yang dipasang didalam rumah siput (Cochlear). Fungsinya adalah untuk merangsang syaraf pendenganran secara lan gsung dan menggantikan sebagian fungsi rumah siput dalam menangkap dan meneruskan gelombang suara ke otak. Oleh otak, gelombang listrik ini diterjemahkan sebagai suara.

Apakah semua jenis gangguan pendengaran dapat dibantu dengan Cochlear Implant ?
Tidak semua gangguan pendengaran dapat dibantu Cochlear Implant. Hanya gangguan pendengaran jenis tuli syaraf (sensorineural deafness) yang dapat dibantu oleh Cochlear Implant.

Siapakah yang layak menggunakan Cochlear Implant ?

Cochlear Implant layak digunakan oleh:

  • Anak usia 12 bulan s.d 17 tahun yang mengalami tuli saraf pada kedua telinganya.
  • Orang dewasa yang mengalami tuli syaraf berat pada kedua telinga, dengan catatan bahwa mereka sudah pernah mengenal suara atau bahasa sebelumnya (postingual)
  • Mereka yang tidak mendapatkan manfaat nyata dari Alat Bantu Dengar konvensional (Hearing Aid).
  • Tidak ada Kontra indikasi medis.
  • Memiliki kemauan/motivasi dan dukungan keluarga cukup.

Selain persyaratan diatas, calon pemakai Cochlear Implant harus menjalani berbagai evaluasi medis dan fungsi pendengaran. Setelah dinyatakan layak sebagai calon pemakai, maka calon diharuskan memakai Alat Bantu Dengar Konvensional (Hearing Aid) selama minimum 10 (sepuluh) minggu. Hanya mereka yang tidak memperoleh manfaat dari Alat Bantu Dengar Konvensional tersebut yang dapat menjadi calon yang layak menggunakan Cochlear Implant.

Bagaimana Cochlear Implant dipasang ?
Cochlear Implat dipasang memalui operasi dengan pembiusan umum, dimana dokter yang terlatih akan memasukan elektroda kedalam Rumah Siput (Cochlea) pasien. Operasi berlangsung selama 3 s.d 4 jam. Cochlear Implant umumnya hanya dipasang pada satu telinga.

Adakah resiko dari Operasi tersebut ?
Sebagaimana semua operasi, operasi pemasangan elektroda ini juga memiliki beberapa resiko, antara lain :

  • Infeksi
  • Kelumpuhan syaraf wajah
  • Kerusakan sebagian dari elektroda
  • Efek samping pembiusan

Dengan persiapan yang baik dan pelaksanaan oleh tenaga dokter yang terlatih maka resiko operasi dapat diperkecil.

Kapan Cochlear Implant mulai dapat digunakan ?
Setelah luka operasi sembuh. Untuk penyembuhan umumnya memerlukna waktu antara 3 s.d 4 minggu. Selanjutnya, dilakukan pemasangan alat tambahan dan penyambungan dengan processor.
Proses ini disebut penyalaan (switching on), yang kemudian diikuti dengan proses pemetaan dan habilitasi.

Apakah proses pemetaan dan habilitasi itu ?
Pemetaan atau Mapping adalah proses untuk menyesuaikan suara yang diterima oleh setiap pemakai. Proses pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan peralatan Komputer. Proses ini akan dilaksanakan secara berkala dan dimaksudkan untuk menyesuaikan fungsi alat, sejalan dengan perkembangan kemampuan pemakai dalam mendengar dan berbicara.
Pemetaan perlu dilakukan secara berkala selama pemakai menggunakan Cochlear Implant.

Habilitasi adalah proses pelatihan sehingga pemakai dapat memperoleh manfaat sebaik-baiknya dari Cochlear Implant. Habilitasi dilaksanakan dengan teknik Auditori-Verbal. Proses ini berbeda dari latihan bicara yang biasa dilakukna bagi penderita gangguan penderita gangguan pendengaran, dan berfokus pada kemampuan mendengar.
Pelatihan merupakan suatu prasyarat mutlak bagi pengguna Cochlear Implant. Tanpa pelatihan, pengguna tidak akan memperoleh manfaat apapun dari Cochlear Implant. Habilitasi harus melibatkan pelatih, pemakai dan orang tua pemakai, serta memerlukan waktu yang cukup lama.