Copyright © 2004, by RS. Pantai Indah Kapuk
Last Updated :
Best Viewed with IE 6.0in
1024 x 768 screen resolution


SWINE INFLUENZA (FLU BABI)
dr. Danche Theno, Sp. P

Swine Influenza atau Flu Babi adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan pada babi dan disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H1N1. Virus flu babi ini biasanya tidak menyerang manusia. Saat ini di beberapa negara telah ditemukan kasus dimana manusia tertular virus influenza A H1N1.

Sifat Virus
- Mati jika dipanaskan 160ºF atau 70ºC
- Mati dengan alkohol 70%
- Mati dengan lisol 5%
- Mati dengan pemutih
- Dapat hidup 2 jam diluar tubuh

Cara Penularan
- Droplet dari bersin dan batuk
- Kontak langsung
- Kontak tidak langsung, misal peralatan yang tercemar
- Menular antar manusia
- Tidak menular dengan makan babi yang dimasak

Masa Inkubasi
Masa Inkubasi 1-7 hari tetapi lebih sering 1-4 hari. Penderita dapat menularkan penyakit pada s/d hari ke-7 atau pada anak s/d hari ke-10.

Bagaimana manusia dapat terkena?
Umumnya karena kontak langsung dengan babi (misalnya anak-anak yang bermain di sekitar babi atau pekerja peternakan babi). Juga dilaporkan seseorang yang terinfeksi dapat menularkan ke orang lain.

Flu Babi berbeda dengan Flu Manusia
Secara antigen virus flu babi H1N1 berbeda dengan virus H1N1 pada manusia. Secara biologis virus influenza pada babi berbeda dengan virus influenza pada manusia. Vaksinasi hanya bermanfaat bila menggunakan vaksin yang dibuat khusus untuk setiap tipe virus.

Gejala pada Manusia
- Demam
- Sakit Kepala
- Batuk
- Pilek
- Sakit Tenggorokan
- Badan terasa lesu
- Napsu makan menurun
- Nyeri pada otot dan sendi
- Mual, muntah dan diare

Pencegahan
1. Tutup hidung dan mulut dengan tissue saat batuk atau bersin atau gunakan masker.
2. Mencuci tangan akan melindungi anda dari kuman:
Cuci tangan dengan sabun dan air atau alkohol 15-20 detik. Hal ini sangat efektif untuk mencegah penyakit menular.
3. Hindari kontak erat dengan orang sakit. Jika anda sakit, jaga jarak dengan orang lain agar mereka tidak tertular.
4. Jika mungkin, jangan pergi bekerja atau sekolah bila anda sakit. Dengan demikian anda mencegah orang lain tertular.
5. Cukup tidur, aktif, atasi stres, minum cukup air dan makan bergizi. Kurangi migrasi yang tidak penting dari daerah epidemi dan endemi.