Serangan panik dapat menimbulkan pikiran negatif yang
berlebih terhadap satu gejala tubuh , seperti : pasien
yang merasa sakit dada langsung berpikiran mengalami serangan
jantung, pada saat jari-jari merasa kesemutan berfikir
akan mengalami serangan stroke, sakit kepala berfikir
akan mengalami kehilangan kesadaran dsb.
Serangan panik dapat diumpamakan sebagai sebuah bola
salju yang menggelinding dan makin lama –makin besar.
Pasien yang akan mengalami serangan panik biasanya mulai
merasa ada perubahan sedikit dalam tubuhnya. Dari sini
timbul pikiran psikologis yang negatif. Pasien mulai merasa
cemas dan bernafas cepat. Hal ini mengakibatkan kadar
CO2 darah meningkat dan pH darah menurun. Akibat dari
semuanya itu akan makin menambah berat gejala bahkan menimbulkan
gejala baru. Dari sini pasien merasa mengalami suatu serangan
penyakit berat yang akut. Tidak semua pasien mengalami
pernafasan yang cepat kadang –kadang hanya kecemasan
dan gejala fisik saja.
Berikut ini beberapa latihan yang dapat membantu anda
untuk mengatasi serangan panik.
1. Hiduplah dengan teratur
Serangan panik dapat timbul setelah anda mengalami kelelahan
yang berlebihan. Aturlah hidup anda. Tidurlah yang cukup.
Buat jadwal mingguan sehingga anda dapat membagi waktu
anda dengan benar. Hindarilah meminum kopi karena dapat
mencetuskan terjadinya serangan panik.
2. Teknik Distraksi, pernafasan abdomen
Anda harus mengamati sendiri bila gejala serangan panik
mulai timbul. Misalnya saja anda dapat membawa secarik
kertas yang bertuliskan PERHATIAN ! ataupun yang diberi
warna kning atau merah. Kemudian setelah anda mengetahui
bahwa anda akan mengalami serangan panik anda dapat melakukan
teknik distraksi, melakukan pernafasan perut, atau teknik
relaksasi . Teknik distraksi sebenarnya merupakan teknik
pengalihan pikiran yang dapat berupa : menonton film kartun,
membaca novel, membaca kata-kata dengan huruf terbalik,
mengunyah permen karet, melihat benda-benda sekitar, mendekatkan
dua jari sedekat mungkin berulang-ulang.
Anda dapat juga melakukan pernafasan perut . Anda dapat
melakukan pernafasan perut secara pelan dan dalam. Letakkan
tangan kanan anda di atas dada dan tangan kiri anda di
atas perut. Kemudian saat anda mengambil nafas perhatikan
bahwa tangan kiri anda yang harus bergerak naik turun
dan bukan tangan kanan.