Copyright © 2004, by RS. Pantai Indah Kapuk
Last Updated :
Best Viewed with IE 6.0in
1024 x 768 screen resolution


NYERI TULANG BELAKANG
PENCEGAHAN & PENANGGULANGANNYA
Dr. Alfred Sutrisno Sp. BS


PENDAHULUAN

Nyeri tulang belakang adalah nyeri pada bagian belakang setinggi pinggang. Nyeri tersebut dapat menjalar maupun terlokalisir.

Penyebab nyeri tersebut dapat diakibatkan adanya gangguan pada struktur tulangnya, bantalan tulang atau otot-otot yang terlibat dalam menunjang tulang belakang itu sendiri atau akibat gangguan kejiwaan berupa psikosomatik.


Angka kejadian nyeri pinggang ini makin meningkat seiring dengan kemajuan industri di suatu negara atau perubahan pola aktifitas masyarakatnya. Penderita kelainan ini paling banyak pada usia produktif antara 20-45 tahun, dimana hal ini sangat mengganggu produktifitas penderita maupun perusahaan yang mempekerjakannya. Penyebab hal tersebut diakibatkan prolapsnya bantalan tulang belakang. Pada laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan wanita, hal ini mungkin diakibatkan laki-laki lebih banyak beban kerja yang beresiko.
Pada kesempatan ini akan membahas nyeri tulang belakang yang disebabkan prolapsnya bantalan tulang lebih dikenal dengan HERNIASI NUKLEUS PULPOSUS meliputi pencegahan dan penanggulangannya, baik secara operative maupun non operative.

DISKUS INTERVERTEBRALE

Diskus Intervertebrale atau bantalan tulang belakang merupakan struktur yang kuat dan tidak menimbulkan rasa nyeri jika pembungkusnya (annulus) intak atau utuh. Robeknya pembungkus diskus menyebabkan keluarnya inti dari bantalan tulang yang masuk ke dalam rongga tulang belakang. Hal tersebut dapat menekan pembuluh darah balik, kantung saraf maupun saraf itu sendiri. Iritasi akibat penekanan dari bantalan tulang tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri sampai kelumpuhan dari saraf yang tertekan.

Prolapsnya diskus disebabkan adanya gaya fleksi-ekstensi serta rotasi pada struktur tulang disekitar lumbal yang berlebihan atau kronis. Prolapsnya diskus paling sering kearah tepi rongga tulang belakang, tetapi juga dapat kebagian sentral atau tengah yang mana masing-masing kelainan tersebut menimbulkan gejala-gejala yang berbeda. Hal diatas sering juga mengakibatkan terlepasnya bantalan itu keatas atau kebawah rongga. Dengan demikian menyebabkan instabilitas struktur tulang di level tersebut, juga facet joint dapat mengalami degenerasi yang berakibat makin tertekannya saraf pada daerah tersebut.


GAMBARAN KLINIS

Gambaran klinis dari Herniasi Nucleus Nulposus tergantung dari letak penekanan diskusnya, pada umumnya dibagi menjadi 2 yaitu, penekanan pada tepi atau lateral.
Riwayat :
Adanya riwayat jatuh, mengangkat benda-benda yang berat.
Nyeri pada kaki sesuai dermatomnya akibat iritasi atau kompresi pada saraf yang sesuai dengan distribusi saraf tersebut pada kaki.
Atau adanya rasa baal / kesemutan. Pada struktur tulangnya dapat terlihat scoliosis hal ini karena adanya spasme dari m.erectus spinal.
Gangguan neurologisnya berupa kelemahan refleks sendi lutut, dorsofleksi maupun plantar fleksi tergantung dari level yang terlibat.


Penekakan pada sentral
Pada kelainan ini gejala tanda tandanya biasanya bilateral, meskipun dapat pada salah satu sisi lebih berat.
Perasaan pinggang seperti terikat, sampai adanya kelumpuhan, adanya rasa kesemutan didaerah kaki yang sesuai dengan distribusi saraf tersebut. Pada yang lebih berat adanya gangguan pada buang air besar maupun kecil dengan manifestasinya berupa sulit kencing atau buang air besar maupun sulit menahannya.
Kelemahan dorsofleksi maupun plantarfleksi baik pada suatu maupun kedua kaki.

PEMERIKSAAN

Pemeriksaan dapat berupa :

Foto lumbal,
Pada pemeriksaan ini kita melihat apakah ada penyempitan jarak tulang yang satu dengan yang diatas atau dibawahnya, adakah instabilitas atau spondilolistesis.

CT. Myelografi
Pada pemeriksaan ini kita melihat apakah adanya filling defect.

Magnetic Resonance Imaging
Pada pemeriksaan ini kita dapat melihat apakah ada protusio ataupun squester dari bantalan tulang yang menekan pada sistem saraf.

PENATALAKSANAAN

Penanganan dari herniasi nucleus pulposus dibagi menjadi 2 yaitu,

Tindakan konservatif,
Dengan menganjurkan penderita Bed rest baik dirumah maupun di Rumah Sakit selama 2 sampai 3 minggu dengan tidur diatas papan yang keras/board mattres.
Dilakukan fisioterapi dengan traksi
Memakai Plaster Jacket/Spinal Brance.

Tindakan Operatif
Tindakan operatif dibagi menjadi tindakan operatif biasa dengan laminektomi atau dengan bedah mikro.
Keuntungan bedah Mikro :
Luka operasi kecil, jaringan yang rusak akibat dilakukan tindakan operasi minimal dengan hasil yang sangat memuaskan, waktu rawat lebih pendek dibandingkan dengan teknik operasi biasa.