UNDUH JADWAL DOKTER

Cari Dokter

Spesialis
 

Nama


bergabung di komunitas kami

GAWAT DARURAT

021 588 5100

OPERATOR
021 588 0911
021 5035 0911

APPOINTMENT CENTER
021 588 0911


Berita » Mengenal Kanker Payudara

Mengenal Kanker Payudara

14 Feb 2019





MENGENAL KANKER PAYUDARA

dr. Kristina Maria SiswiandariSp B (K) OnK

 

Kanker payudara menduduki peringkat pertama kasus baru terbanyak diseluruh dunia serta penyebab kematian akibat kanker tertinggi pertama pada wanita. Tidak semua benjolan pada payudara adalah kanker karena tumor atau benjolan terdiri dari dua jenis yaitu benjolan yang jinak dan benjolan yang ganas yang biasa disebut kanker. Kanker payudara sendiri adalah tumor ganas yang berasal dari kelenjar atau saluran air susu yang tidak berkapsul memiliki sifat pertumbuhan yang cepat serta dapat menyebar kejaringan sekitar dan keseluruh tubuh sehingga dapat membahayakan kehidupan penderita.

Keluhan-keluhan pada payudara yang sering ditemui adalah terabanya benjolan pada payudara, keluar cairan dari puting susu walau sudah tidak menyusui, timbul luka atau lecet pada payudara, rasa gatal pada payudara atau puting, rasa nyeri di payudara , benjolan pada ketiak. Dapat pula keluhan timbul akibat penyebaran jauh dari kanker seperti sesak napas akibat cairan di paru- paru, kelumpuhan atau sakit kepala hebat. Kanker payudara juga dapat muncul pada laki-laki walaupun sangat jarang.

Bagaimana membedakan tumor yang jinak dengan yang ganas? Petunjuk kecurigaan suatu keganasan di mulai dari usia saat benjolan pertama kali diketahui, lalu pertumbuhan benjolan itu sendiri, adanya anggota keluarga yang menderita kanker payudara atau kanker ovarium. Walaupun hanya 5-10 % kanker payudara yang disebabkan karena kecacatan genetika yang diturunkan. Selebihnya adalah kanker payudara yang disebabkan oleh faktor lingkungan.

Kemudian dilanjutkan perabaan benjolan dari pemeriksaan fisik oleh dokter yang ahli serta dibantu dengan pemeriksaan radiologis untuk payudara  dan dipastikan dengan pemeriksaan histopatologi yaitu pemeriksaan laboratorium dengan mengambil sebagian atau seluruh benjolan yang dicurigai yang disebut biopsi.

Kejadian kanker payudara di usia muda (<40 tahun) di negara Asia lebih tinggi dari pada di Negara Eropa maupun Amerika Serikat yaitu diatas usia 50 tahun. Karena kanker payudara tidak dapat di cegah, maka deteksi lebih awal perlu dilakukan, yaitu dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) satu bulan satu kali sesudah haid bersih, serta pemeriksaan klinis oleh dokter minimal 6 bulan satu kali serta pemeriksaan radiologi satu tahun sekali.

Keberhasilan penanganan kanker payudara bervariasi namun secara umum mencapai 80 – 90% apabila diagnosa ditegakkan pada stadium dini dan masih terlokalisasi di Payudara. Dan sebaliknya apabila saat diagnosa ditegakkan kanker sudah pada stadium yang lebih lanjut maka keberhasilan penanganan akan menurun.

SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

  1. Berdiri di muka cermin, perhatikan setiap payudara. Apakah ada yang terlihat tidak wajar seperti : puting susu tertarik ke dalam, ada dekok di kulit atau ada benjolan.
  2. Angkat kedua tangan keatas dan ulangi pemeriksaan seperti diatas.
  3. Kedua telapak tangan saling menekan. Cara ini akan meregangkan otot dada dan perubahan seperti cekungan (dekok) dan benjolan akan lebih kelihatan.
  4. Berbaringlah dengan meletakan bantal kecil dibawah punggung. Angkat satu lengan ke atas dan letakan dibelakang kepala. Rabalah dengan tiga telapak jari (jari telunjuk, jari tengah dan jari manis) yang dirapatkan. Lakukanlah gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, mulai dari tepi dengan mengikuti arah putaran jarum jam. Lakukan hal diatas pada kedua payudara.

Pijat daerah sekitar puting susu, adakah keluar cairan yang tidak biasa?