UNDUH JADWAL DOKTER

Cari Dokter

Spesialis
 

Nama


bergabung di komunitas kami

GAWAT DARURAT

021 588 5100

OPERATOR
021 588 0911
021 5035 0911

APPOINTMENT CENTER
021 588 0911


Berita » Penyakit Graves (Hipertiroid)

Penyakit Graves (Hipertiroid)

23 Oct 2017





PENYAKIT GRAVES (HIPERTIROID)

Dr. Indra Wijaya, Sp. PD, M.Kes, FINASIM
 

 

PENDAHULUAN

Hipertiroid (tirotoksikosis) adalah suatu kondisi peningkatan metabolisme tubuh akibat tingginya kadar hormon tiroid (kelenjar gondok) dalam darah. Penyakit Graves adalah salah satu penyebab tersering dari hipertiroid dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki (5:1). Penyakit Graves (Graves disease) ditandai dengan tingginya kadar tiroid (hipertiroid), pembesaran leher (strumadifus), mata menonjol (oftalmopati), serta manifestasi yang lebih jarang adalah kelainan kulit (dermopati). Penyakit Graves seringkali terkait dengan penyakit jantung karena gejalanya jantung berdebar-debar dan dapat menyebabkan gangguan irama jantung.

 

PENYEBAB

Penyakit Graves dikenal sebagai penyakit autoimun yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti dan terjadi karena adanya stimulasi antibodi terhadap sel tiroid untuk terus-menerus membentuk hormon tiroid sehingga terjadi peningkatan hormontiroid dan menimbulkan gejala.

Penyakit Graves dikaitkan dengan faktor keturunan, dimana sekitar 15% pasien memiliki hubungan yang dekat dan sekitar 50% memiliki auto antibodi terhadap tiroid. Faktor lingkungan yang berperan diantaranya adalah stress, merokok, infeksi, paparan iodium, dan setelah melahirkan.

 

MEKANISME PENYAKIT GRAVES

Hipertiroid dan struma pada penyakit Graves disebabkan karena stimulasi tiroid oleh antibodi reseptor TSH yang diproduksi di dalam kelenjar tiroid sendiri, seperti pada Gambar dibawah ini.

 

GEJALA KLINIS

Gejala yang khas dari penyakit ini antara lain berat badan turun walaupun nafsu makan meningkat, tidak tahan panas, iritabel, insomnia, berkeringat, mata menonjol, diare, jantung berdebar-debar, kelemahan otot dan haid yang tidak normal. Pasien lanjut usia mungkin muncul dengan keluhan berat badan turun, penurunan nafsu makan, benjolan leher mungkin didapatkan lebih kecil tanpa disertai gejala dan tanda pada mata.

 

DIAGNOSIS

Semua pasien hipertiroid akan ditemui kadar fT4 yang tinggi dan TSH yang rendah, namun pada beberapa pasien mungkin ditemui peningkatan T3, fT4 normal, dan TSH rendah, suatu konsisi yang dinamakan T3 toksikosis. Konfirmasi Graves dengan radioiodine uptake (RAIU) disarankan untuk membedakan antara penyakit Graves dengan tiroiditis karena sering kali sulit dibedakan pada gejala awal. Pemeriksaan antibodi reseptor TSH dapat menggantikan RAIU untuk diagnostik.  Benjolan (Nodul) tiroid pada penyakit Graves dikaitkan dengan kemungkinan tumor/kanker sehingga kadang diperlukan konfirmasi dengan USG tiroid dan pemeriksaan lebih lanjut.

 

 

Komplikasi

Krisis tiroid

Adalah suatu kondisi akut dari semua gejala dan tanda hormon tiroid yang berlebihan yang dapat mengancam nyawa. Gejala klinis yang dapat ditemui adalah jantung berdebar cepat, berkeringat, gelisah, penurunan kesadaran sampai koma, mual, muntah, diare dan kuning. Pada keadaan fatal dapat menyebabkan syok, sehingga diperlukan pemantauan di HCU/ICU.

 

Terapi

Target tata laksana adalah untuk mengontrol gejala dan mengembalikan kadar hormon tiroid ke batas normal eutiroid. Pemilihan terapi yang terbaik dapat di diskusikan dengan dokter spesialis, yaitu berupa obat anti tiroid, terapi radioiodine, atau dengan pembedahan.