UNDUH JADWAL DOKTER

Cari Dokter

Spesialis
 

Nama


bergabung di komunitas kami

GAWAT DARURAT

021 588 5100

OPERATOR
021 588 0911
021 5035 0911

APPOINTMENT CENTER
021 588 0911


Berita » Apakah Saya Perlu Meminum Antibiotik?

Apakah Saya Perlu Meminum Antibiotik?

27 Sep 2016





Tidak perlu diragukan lagi, antibiotik adalah salah satu golongan obat yang paling banyak dikonsumsi oleh pasien, baik atas peresepan dari dokter maupun atas inisiatif pasien sendiri. Antibiotik sebenarnya merupakan golongan obat yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter, namun nyatanya dapat dibeli bebas layaknya obat batuk pilek dan obat anti nyeri. Mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat bahwa penggunaan antibiotik secara tidak tepat bukan tidak mengandung bahaya sama sekali. Bahaya yang muncul akibat penggunaan antibiotik yang tidak bijak bukan hanya akan dirasakan oleh pasien itu sendiri, namun juga akan dirasakan oleh masyarakat luas pada masa mendatang.

Antibiotik adalah obat anti-bakteri yang ditujukan untuk melemahkan atau membunuh bakteri penyebab infeksi. Bakteri adalah zat hidup yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap “serangan” yang ditujukan kepadanya. Semakin sering seseorang terpapar dengan antibiotik, apalagi bila sebenarnya tidak diperlukan, bakteri tersebut akan dapat dengan cerdik menyusun strategi baru sehingga menjadi kebal terhadap antibiotik yang pernah dipaparkan kepadanya. Dengan adanya strategi baru ini, antara lain dengan mengubah struktur bakteri, atau memproduksi enzim anti terhadap antibiotik, bakteri akan memiliki kekebalan terhadap antibiotik tertentu sehingga di kemudian hari seseorang yang diobati dengan antibiotik tersebut akan menjadi lebih sulit bahkan tidak dapat sembuh. Bayangkan bila bakteri yang telah memiliki kekebalan ini beredar di masyarakat, maka individu di masyarakat yang terinfeksi oleh bakteri yang sudah kebal ini juga akan menjadi lebih sulit bahkan tidak dapat sembuh, di samping memiliki tampilan klinis infeksi yang lebih berat. Pengobatan kemudian perlu diubah dengan menggunakan antibiotik yang lebih kuat, yang berkonotasi dengan harga yang lebih mahal. Belum lagi, tidak banyak pilihan antibiotik yang lebih kuat yang tersedia di seluruh dunia saat ini. Tidak terdapat banyak penambahan antibiotik baru di dunia dalam dekade terakhir, sesuatu yang kontras dengan penambahan jenis bakteri kebal antibiotik yang beredar di masyarakat akibat penggunaan antibiotik yang tidak bijak. Bayangkan, perilaku seseorang yang tidak bijak menggunakan antibiotik akan membawa permasalahan kesehatan yang besar untuk masyarakat yang lebih luas.

Perilaku masyarakat yang kerap berinisiatif membeli antibiotik sedikit banyak dipengaruhi oleh mitos yang berkembang di masyarakat. Minimal ada 3 mitos utama tentang kapan antibiotik diperlukan yang akan diuraikan berikut ini.

 

Jika saya demam, saya harus minum antibiotik supaya sembuh

Perlu dipahami, antibiotik bukanlah obat penurun demam. Contoh obat penurun demam adalah parasetamol, ibuprofen dan beberapa jenis lain. Antibiotik adalah anti terhadap bakteri, Memang infeksi bakteri dapat menyebabkan demam, namun tidak semua demam disebabkan oleh bakteri. Demam dapat disebabkan oleh infeksi virus, peradangan di berbagai organ tubuh, penyakit autoimun, bahkan kanker, yang tidak akan memberi respon perbaikan semahal dan sebanyak apapun pasien mengkonsumsi antibiotik. Dokter akan secara bijak membantu menganalisis sebab demam anda, dan akan merekomendasikan pemberian antibiotik jika pada penilaian memang dicurigai disebabkan oleh infeksi bakteri.

 

● Jika saya batuk dan pilek, saya harus minum antibiotik supaya sembuh lebih cepat

Batuk dan pilek tidak selalu disebabkan oleh infeksi bakteri. Batuk dan pilek justru terbanyak disebabkan oleh infeksi virus, yang tidak berespon terhadap antibiotik. Banyak penelitian baik di luar maupun dalam negeri pada lebih dari 1.500 pasien telah membuktikan bahwa mengobati batuk dan pilek dengan pemberian antibiotik secara rutin terbukti tidak mempercepat kesembuhan, bahkan meningkatkan risiko timbulnya efek samping seperti mual, bahkan muntah. Dokter akan membantu anda menganalisis sebab batuk pilek, dan akan merekomendasikan pemberian antibiotik jika pada penilaian memang dicurigai disebabkan oleh infeksi bakteri. Perlu dicatat pula, alergi dapat pula menyebabkan batuk dan pilek, yang sudah tentu tidak akan menunjukkan kegunaan tambahan bila pasien mengkonsumsi antibiotik.

 

Antibiotik tidak akan menimbulkan efek samping yang berat bagi saya, sehingga tidak ada ruginya untuk saya minum antibiotik

Selain kerugian penggunaan antibiotik secara tidak bijak seperti yang telah diuraikan di atas, konsumsi antibiotik dapat menimbulkan berbagai jenis efek samping mulai dari yang ringan (mual, muntah) hingga alergi kulit, bahkan kematian (reaksi alergi yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah). Efek samping tersebut memang tidak pasti terjadi dan jauh lebih kecil risiko dibandingkan manfaat yang potensial didapatkan bila memang diperlukan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Namun bayangkan bila seseorang terpapar efek samping tersebut tanpa ada potensi manfaat yang didapatkan karena ternyata penyebab demam bukanlah infeksi bakteri yang tidak memerlukan antibiotik untuk kesembuhannya. Betapa orang tersebut akan sangat rugi!

 

Penggunaan antibiotik secara bijak berarti mengkonsumsi antibiotik sebagai obat manakala memang diperlukan, dan tidak sembarang menggunakan antibiotik secara rutin pada semua keadaan demam ataupun batuk dan pilek. Kehati-hatian menggunakan antibiotik bukan berarti menahan konsumsi antibiotik manakala memang diperlukan karena ketakutan akan efek samping yang mungkin muncul. Perlu diketahui, infeksi bakteri adalah salah satu penyebab kematian yang utama di dunia. Tidak dapat dihitung berapa banyak jiwa yang sudah diselamatkan pada penggunaan antibiotik yang tepat, yang meliputi tepat jenis antibiotik, tepat dosis antibiotik, tepat durasi antibiotik yang kesemuanya membutuhkan ilmu dan seni khusus. Konsultasikanlah kepada dokter kapan dan apa antibiotik yang tepat bila memang anda berpikir memerlukan untuk mengkonsumsi antibiotik. Bahkan pada beberapa keadaan infeksi-infeksi khusus, pendapat dokter ahli penyakit infeksi ada kalanya diperlukan. Selamat mengkonsumsi antibiotik secara bijak!

 

Narasumber :

Dr. Robert Sinto, Sp.PD