UNDUH JADWAL DOKTER

Cari Dokter

Spesialis
 

Nama


bergabung di komunitas kami

GAWAT DARURAT

021 588 5100

OPERATOR
021 588 0911
021 5035 0911

APPOINTMENT CENTER
021 588 0911


Berita » Pentingnya Deteksi Dini Pada Kanker Leher Rahim

Pentingnya Deteksi Dini Pada Kanker Leher Rahim

26 Nov 2013





Kanker leher rahim juga dikenal sebagai kanker serviks atau mulut rahim. Keganasan ini menduduki angka kanker tertinggi pada perempuan setelah kanker payudara. Kanker leher rahim tidak terjadi secara tiba-tiba, akan tetapi melalui proses yang lama, dimulai dari tahap lesi pra kanker hingga menjadi kanker ganas. Lesi prakanker dapat berkembang menjadi kanker dalam kurun waktu 3-20 tahun. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya lesi pra kanker ini sangatlah penting sehingga dapat dilakukan penanganan sebelum menjadi kanker ganas. Akan amat disayangkan bila seorang wanita tidak melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dini adanya prakanker pada leher rahim.

Lesi prakanker pada leher rahim sangat penting untuk ditemukan karena apabila diambil tindakan yang tepat, dapat mencapai angka kesembuhan hingga 100%, dibandingkan apabila ditemukan pada stadium kanker. Salah satu penyebab kanker mulut rahim adalah virus Human Papilloma (HPV) yang bersifat onkogenik. Kurang lebih 80% perempuan yang aktif secara seksual memiliki potensi untuk terinfeksi virus ini.

Infeksi HPV dapat bersifat sementara dan regresi dalam kurun waktu 6 bulan hingga 2 tahun. Hal ini dikarenakan adanya sistem kekebalan tubuh yang membunuh virus tersebut. Namun apabila terinfeksi HPV yang bersifat onkogenik, infeksi yang terjadi dapat menetap (persisten) dan berkembang menjadi kanker mulut rahim.

Saat terjadi infeksi oleh HPV yang bersifat onkogenik, terjadi lesi prakanker pada serviks. Lesi prakanker ini tidak memberikan gejala yang khas ditemui pada penderita kanker leher rahim seperti keputihan berulang yang berbau busuk ataupun perdarahan setelah berhubungan intim. Lesi ini dapat dideteksi dengan pemeriksaan pap smear yang rutin. Biasanya lesi ini ditemukan pada usia 30-50 tahun dan kanker leher rahim biasanya ditemukan pada usia di atas 45 tahun.

Deteksi dini yang dapat dilakukan adalah metode pap smear. Pap smear mengambil sel-sel yang berada pada permukaan mulut rahim dan kemudian di warnai lalu dilihat morfologinya. Bila ada perubahan pada bentuk sel ke arah ganas maka memerlukan evaluasi dari dokter spesialis kandungan. Bila kelainan pra kanker tersebut ditemukan dini, maka tindakan kuratif yang diambil dapat tidak bersifat terlalu invasif.

Selain pap smear, deteksi dini yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan DNA HPV dari sel-sel yang diambil dari leher rahim. Apabila terdapat kelainan sel disertai dengan infeksi HPV maka dapat disimpulkan bahwa lesi pra kanker tersebut akan persisten dan lambat laun akan berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan HPV ini dimungkinkan dengan pemeriksaan menggunakan Thin Prep.

Menurut data WHO (organisasi kesehatan dunia), setiap jam ada satu wanita yang meninggal akibat kanker leher rahim di Indonesia. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap keganasan ini sangat penting dan perlunya kesadaran diri dari para perempuan untuk melakukan pemeriksaan ini. Pemeriksaan ini relatif mudah untuk dilakukan karena leher rahim dapat dijangkau dengan metode pemeriksaan sederhana.

Gejala yang diberikan oleh keganasan ini adalah keputihan berulang yang tidak kunjung sembuh, perdarahan di luar siklus haid, terutama perdarahan setelah bersenggama. Selain itu, rasa nyeri pada panggul juga dapat menjadi petunjuk.

Pentingnya deteksi dini ini, karena lesi prakanker tidak memberikan gejala. Perempuan dengan lesi prakanker dapat tidak merasakan gejala bahkan terkesan normal. Oleh karena itu, pap smear sebaiknya dijadikan pemeriksaan rutin tahunan terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan lainnya. Dan, perlu diingat, penularan HPV dapat melalui kontak seksual.

 

Dr. Stella Shirley Mansur, SpOG

 

Spesialis Kebidanan & Kandungan

RS Pantai Indah Kapuk