UNDUH JADWAL DOKTER

Cari Dokter

Spesialis
 

Nama


bergabung di komunitas kami

GAWAT DARURAT

021 588 5100

OPERATOR
021 588 0911
021 5035 0911

APPOINTMENT CENTER
021 588 0911


Berita » Menopause

Menopause

22 Feb 2013





Menopause merupakan pengertian dari berhentinya masa kesuburan dan masa reproduksi wanita yang ditandai dengan berhentinya masa menstruasi atau siklus bulanan seiring bertambahnya usia dan penurunan hormon. Menopause berasal dari kata “mens” yang artinya siklus menstruasi dan “pausis yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya penghentian. Dapat disimpulkan secara singkat Menopause merupakan masa berhentinya siklus mentruasi seorang wanita.

Menopause dalam bahasa biologis merupakan akhir dari siklus kehidupan menstruasi seorang wanita yang terjadi di pertengahan usia empat puluh tahun keatas. Selama masa transisi ini, ovarium mulai melemah sehingga tingkat gairah seksual pun semakin menurun secara alami dari hormon esterogen dan progesteron. Hormon estrogen berfungsi sebagai pengawas siklus ovulasi yakni saat indung telur mulai melepas sel telur ke dalam tuba falopi dan mengembangkan payudara wanita serta rahim. Hormon estrogen memiliki pengaruh yang cukup besar dalam tingkat kesehatan wanita baik fisik maupun psikologis (emosional). Hormon progesteron bertugas mengawasi menstruasi dan mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

 

Gambar bagian tubuh wanita ketika menopause

Ketika menopause sudah mendekat, bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia 40 tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra menopause mulai terjadi. penelitian mebuktikan, misalnya, bahwa pada usi 40 banyak yang menstruasi nya menjadi lebih sedikit atau lebih singkat waktunya dibanding biasanya, lebih banyak dan atau lebih lama waktunya sebagai tanda akhir penghabisan masa menstruasi.

Sekitar 80 % wanita mulai mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, namun hanya 10 % saja wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidak-teraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebih dari 2.700 wanita, kebanyakan diantara mereka mengalami tansisi pra menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun. Pada usia 40, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa 28 hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4 % wanita benar-benar mempunyai siklus 28 hari dan 20 % dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

Klimakterium hampir sama dengan menopause yakni masa yang berawal dari akhir tahap reproduksi, berakhir pada awal senium dan terjadi pada wanita di usia 40 – 65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif. Gangguan neurovegetatif yang disebut juga gangguan vasimotorik dapat muncul sebagai gejolak panas ( hot flushes ), mengeluarkan banyak keringat, merasa kedinginan, sakit kepala, bising telinga, jantung berdebar-debar, gangguan pernapasan, jari-jari atrofi dan gangguan usus. Gangguan psikis ditandai dengan perubahan mood dan perasaan sensitif, mudah tersinggung, depresi, kelelahan, semangat berkurang dan insomnia. Gangguan somatic, selain gangguan haid atau amenorrhea, mencakup pula kolpitis atrofikans, ektropium uretra, inkontinesia urin, disuria, desensus, prolaps, penyakit kulit klimakterik, osteoporosis, arthritis, oterosklerosis, skerosis koroner dan adipositas.

PENYEBAB DAN GEJALA MENOPAUSE

Sejalan dengan pertambahan usia, ovarium menjadi kurang peka terhadap rangsangan oleh LH ( Luteinizing Hormone ) dan FSH ( Folilicle Stimulating Hormone ) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya proses ovulasi ( pelepasan sel telur ) berhenti. Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Kemungkinan penyebabnya adalah faktor keturunan, penyakit autoimun dan rokok.

Menopause buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium. Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran ( pengangkatan rahim ) menyebabkan berakhirnya siklus menstruasi, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan tidak menyebabkan menopause

Gejala Menopause

Gejala-gejala menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium lebih sedikit menghasilkan estrogen atau progesteron dan tubuh memberikan reaksi. Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami beberapa gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal, berkurangnya kadar esterogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan, menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanita penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium.

Perimenopause

Perimenopause yakni suatu kondisi dimana tubuh beradaptasi dengan masa menjelang menopause yang terjadi antara 2-8 tahun, ditambah 1 tahun setelah berakhirnya masa menstruasi. Tidak diketahui cara untuk menentukan berapa lama perimenopause ini akan terus terjadi. Stadium dari masa perimenopause merupakan bagian terakhir yang menandakan akhir dari masa reproduksi. Penurunan fungsi indung telur selama masa perimenopause berkaitan erat dengan dengan penurunan hormon estradiol dan produksi hormon androgen. Akan tetapi seorang wanita masih memiliki kemungkian dapat hamil apabila masih mengalami menstruasi selama masa perimenopause meskipun siklus menstruasi yang dialami tidak teratur.

Gejala-gejala perimenopause diantaranya adalah :

- Perubahan di dalam periode menstruasi (memendek atau memanjang, lebih banyak atau lebih sedikit atau tidak mendapat menstruasi sama sekali)
- Hot flashes
- Keringat malam
- Kekeringan pada vagina
- Gangguan tidur
- Perubahan mood (depresi, mudah tersinggung)
- Nyeri ketika bersanggama
- Infeksi saluran kemih
- Inkontinensia urin (tidak mampu menahan keluarnya air seni)
- Tidak berminat pada hubungan seksual
- Peningkatan lemak tubuh di sekitar pinggang
- Bermasalah dengan konsentrasi dan daya ingat

Gejala- gejala umun yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah :

1. Hot Flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah,  leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. Hot Flashes dialami oleh sekitar 75 % wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami lebih dari 1 tahun dan 25-50 % wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun. Hot Flashes berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.

2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul rasa nyeri.

3. Gejala psikis dan emosional ( kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah ) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersingggung.

4. Pusing, kesemutan dan palpitasi ( jantung berdebar )

5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih ( beser )

6. Peradangan kandung kemih atau vagina

7. Osteoporosis ( pengeroposan tulang )

8. Post-menopause adalah kondisi dimana seorang wanita telah mencapai masa menopause. Pada masa Post-menopause seorang wanita akan muda sekali mengidap penyakit jantung dan pengeroposan tulang ( osteoporosis )

Resiko tinggi terjadinya osteoporosis ditemukan pada wanita yang kurus, merokok, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan mengkomsusmi kortikosteroid, memiliki asupan kalsium yang rendah, dan jarang berolahraga.

Setelah tiba masa menopause, ada 2 jenis gangguan kesehatan yang mungkin akan dialami wanita setelah memasuki atau berlangsungnya masa menopause, adalah :

- Osteoporosis

Osteoporosis merupakan suatu gangguan kesehatan yang ditandai dengan berkurangnya masa kepadatan tulang dan kelainan mikro-arsitektur, yang berakibat pada pengeroposan tulang. Osteoporosis banyak dialami oleh mereka yang berusia lanjut, Masa kepadatan tulang sangat dipengaruhi oleh kalsium, karena 98 % tubuh memiliki kalsium yang banyak tersimpan dalam tulang. Kalsium yang memilik peranan penting adalah kalsium ion yang dipengaruhi oleh 3 hormon, yakni hormon paratiroid, 1,25 dihidroksi vitamin D dan kalsitonin. Ada sekitar 80 % penderita osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita yang berhenti masa menstruasinya ( amenorrhea ) meskipun usianya masih terbilang muda, hal ini dikarenakan kerapuhan tulang akibat dari hormon esterogen yang semakin rendah, dan juga dapat dipengaruhi masa diet yang tidak cukup baik dalam memenuhi nutrisi dan kalsium yang cukup.

- Penyakit jantung

Pada umumnya yang paling banyak ditemukan adalah apabila seorang wanita telah memasuki masa menopause dan mengalami osteoporosis memiliki kemungkinan terserang penyakit jantung, hal ini dikarenakan kadar esterogen meningkatkan tekanan darah dan berat badan yang mengkibatkan pembuluh darah yang mengalir ke jantung tidak bekerja dengan baik.

Jenis Menopause Dan Faktor Yang Mempengaruhi Menopause

Menopause pada wanita terbagi menjadi 2 jenis, diantaranya :

1. Menopause premature

Menopause premature ialah menopause yang terjadi dibawah usia 40 tahun. Menopause premature ditandai dengan apabila terjadi penghentian masa menstruasi sebelumnya tepat pada waktunya disertai dengan tanda hot flushes serta peningkatan kadar hormone gonadotropin. Jika tidak mengalami tanda-tanda yang seperti disebutkan, perlu ada tindak lanjut kembali penyebab lain terganggu ovarium. Adapun faktor- faktor yang menyebabkan menopause prematur adalah heriditer, gangguan gizi yang cukup berat, penyakit menahun dan penyakit yang merusak jaringan kedua ovarium. Namun menopause premature tidak memerlukan terapi, kecuali pemberian keterangan atau informasi terkait kepada seorang wanita yang bersangkutan.

2. Menopause terlambat

Umumnya batas usia terjadinya menopause adalah usia 52 tahun. Namun apabila ada seorang wanita yang masih memiliki siklus menstruasi atau dalam arti masih mengalami menstruasi di usia 52 tahun. Ada beberapa faktor yang mendorong mengapa di usia 52 tahun masih ada wanita yang mengalami menstruasi, diantaranya faktor tersebut adalah konstitusional, fibromioma uteri dan tumor ovarium yang menghasilkan estrogen. Wanita dengan karsinoma endometrium sering dalam anamnesis disebut juga dengan menopause terlambat.

Selain karena faktor dari jenis menopause diatas, ada beberapa faktor lain yang mendukung menopause itu terjadi dan kapan menopause itu terjadi, diantaranya ialah :

1. Usia saat haid pertama kali ( menarche )

Jika seorang wanita pertama kali mengalami menstruasi terbilang dalam usia yang masih belia, maka menopause yang akan terjadi semakin lama.

2. Faktor psikis

Mereka para wanita yang belum menikah dan bekerja sangat mempengaruhi menopause itu lebih cepat terjadi dibanding dengan mereka yang tidak menikah dan tidak bekerja. Hal ini sangat mempengaruhi keadaan psikis wanita.

3. Jumlah anak

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang melahirkan banyak anak, cenderung lebih mudah dan lebih cepat mengalami penuaan dini dan mereka makin dekat dengan masa menopause.

4. Usia melahirkan

Ketika seorang wanita melahirkan atau memilii seorang anak dalam usia yang cukup tua misalnya memiliki anak di usia 35 tahun, maka semakin lama wanita tersebut memasuki usia menopause. Hal ini disebabkan oleh ketika seorang dalam masa kehamilan dan persalinan di usia yang cukup tua akan berpengaruh pada lambannya proses sistem kerja dari organ reproduksi dan memperlambat proses penuaan dini

5. Pemakaian kontrasepsi

Pemilihan dalam pemakaian alat kontrasepsi juga dapat mempengaruhi seorang wanita mengalami keterlambatan dalam menopause.

6. Merokok

Rokok memang menjadi salah satu penyebab dari banyak penyakit. Wanita yang suka merokok cenderung lebih cepat mengalami masa menopause.

7. Sosial ekonomi

Secara pasti faktor sosial ekonomi belum bisa dipastikan sebagai penyebab menopause. Namun menurut sebuah buku karya DR. Faisal mengungkapkan bahwa menopause dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi termasuk pendidikan dan pekerjaan.

 

 

Terapi Menopause

Menopause merupakan bagian dalam fase atau siklus kehidupan seorang wanita ketika masa kesuburan dan masa reproduksi mengalami penurunan hormonal. Menopause bukan termasuk dalam suatu penyakit yang harus ditakuti karena setiap wanita pasti akan mengalami menopause.

Namun banyak cara yang dapat ditempuh dalam manangani menopause, agar menopause tidak menghalangi anda beraktivitas meskipun banyak mengalami penurunan atau perubahan hormon, namun kondisi dari suatu tubuh harus tetap fit dan sehat, meskipun beberapa diantara mereka yang mengalami menopause mudah terjangkit penyakit jantung atau mengalami osteopororsis. Namun tidak semua wanita pasca menopause harus menjalani terapi menopause atau yang biasa yang dikenal dengan Terapi Sulih Hormon ( TSH ). Jika anda ingin menjalani terapi sulih hormon ini ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait efek dan resiko dari Terapi Sulih Hormon ( TSH ).

Ada beberapa pendapat dari para ahli yang menyarankan untuk melakukan Terapi Sulih Hormon dengan tujuan untuk :

1. Mengurangi gejala menopause yang tidak diinginkan
2. Membantu mengurangi kekeringan pada vagina
3. Mencegah terjadinya osteoporosis

Beberapa efek samping dari melakukan Terapi Sulih Hormon ( TSH ) :

1. Terjadi pendarahan pada vagina
2. Rasa nyeri pada payudara
3. Rasa mual
4. Ingin sekali muntah
5. Perut kembung
6. Kram pada bagian perut bawah, tepatnya rahim

Untuk mengurangi resiko dari Terapi Suli Hormon ( TSH ) dan tetap mendapatkan keuntungan dari TSH, para ahli menyarankan :

1. Menambahkan progesteron terhadap estrogen

2. Menambahkan jumlah hormon testosteron terhadap estrogen

3. Menggunakan dosis esterogen yang paling rendah

4. Melakukan pemeriksaan secara teratur termasuk pemeriksaan panggul, dan pap smear minimal 1 tahun sekali sehingga kelainan bisa sedini mungkin untuk diatasi.

Estrogen tersedia dalam bentuk alami dan sintesis ( dibuat di laboratorium ). Estrogen sintesis ratusan kali lebih kuat dibandingkan estrogen alami sehingga tidak secara rutin diberikan kepada wanita menopause. Untuk mencegah hot flushes dan osteoporosis hanya diperlukan estrogen alami dalam dosis yang sangat rendah. Dengan dosis tinggi cenderung menimbulkan masalah, contoh kecil seperti sakit kepala sebelah (migrain). Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet atau tempelan kulit ( estrogen transdermal ) krim estrogen dapat dibalurkan pada vagina untuk mencegah penipisan lapisan vagina ( sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih dan beser ) dan untuk mencegah timbulnya nyeri ketika melakukan aktivitas seksual.

Biasanya Terapi Sulih Hormone ( TSH ) tidak dapat dilakukan pada wanita yang mengidap kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut, pendarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti, penyakit hati akut, penyakit pembekuan darah, porfiria intermiten akut. Kepada awanita tersebut biasanya diberikan obat anti cemas, progesteron atau klonidin untuk mengurangi hot flashes. Untuk mengurangi depresi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah tidur bisa diberikan anti depresi.

Berikut ini adalah cara mengatasi menopause yang paling mudah yang dapat anda ikuti :

1. Konsumsi susu, namun jika anda tidak menyukai susu dapat diganti dengan mengkonsumsi tahu, tempe atau sayur, tentunya dengan dosis yang lebih rendah. Misalnya, 50 gram tempe atau 120 gram tahu yang mengandung fitoestrogen, cukup untuk sehari.

2. Dalam memasak jenis sayuran apapun jangan terlalu lama karena vitamin yang terdapat dalam sayuran akan larut dalam air bila dimasak terlalu lama.

3. Cobalah mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun atau mentega rendah kalori untuk memasak makanan anda baik dalam menumis atau hanya menggoreng biasa, agar tidak terlalu banyak minyak yang masuk ke dalam tubuh.

4. Mengkonsumsi vitamin dengan dosis yang tepat, terutama vitamin A dan D. Karena vitamin A dan D tidak dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh, jika berlebihan dapat menimbulkan racun dalam tubuh. Jangan sembarangan mengkonsumsi vitamin A dan D. Dosisnya harus tepat, karena kedua vitamin itu tak bisa dikeluarkan begitu saja dari dalam tubuh. Selain itu, jika terus dikonsumsi, bisa-bisa malah menimbulkan racun di dalam tubuh.

5. Minuman dan makanan yang harus dihindari untuk memperlambat datangnya menopause antara lain kafein, kopi, alkohol, minuman bersoda, rempah-rempah dan makanan berlemak.

6. Bersikap sabar dan berusaha menerima kenyataan, karena bagaimana pun, menopause pasti akan datang. Tentu saja, anggota keluarga yang lain harus lebih bijaksana menghadapi sikap wanita yang menopause.

7. Tambahkan vitamin dalam menu sehari-hari. Vitamin yang diperlukan antara lain :

a. Vitamin A, C dan E untuk antioksidan. Vitamin A dapat diperoleh dengan mengkonsumsi hati, kuning telur, susu dan mentega. Sedangkan dari tumbuhan, vitamin ini bisa diperoleh lewat sayuran warna hijau, jingga dan buah seperti tomat. Sedangkan vitamin E banyak didapat lewat kacang-kacangan, sayur dan buah.

b. Vitamin D untuk penyerapan kalsium yang terdapat pada kuning telur, hati, mentega dan keju.

c. Vitamin B kompleks yang berguna untuk memperlambat datangnya menopause terdapat pada kacang-kacangan dan sereal.

d. Untuk memperlambat datangnya menopause, hindari kafein, kopi, alkohol, minuman bersoda, rempah-rempah dan makanan berlemak.

 

Dr. Carmellia, Sp.OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

RS Pantai Indah Kapuk