UNDUH JADWAL DOKTER

Cari Dokter

Spesialis
 

Nama


bergabung di komunitas kami

GAWAT DARURAT

021 588 5100

OPERATOR
021 588 0911

APPOINTMENT CENTER
021 588 0911


Edukasi  »  Dengue  »  SIKLUS DBD & PENANGANANNYA

SIKLUS DBD & PENANGANANNYA







PERAWATAN PADA TROMBOSIT RENDAH

 

Pasien yang terhormat,

Instruksi berikut berisi tentang informasi umum tentang perawatan TROMBOSITOPENIA, sebagai panduan bagi anda dalam perawatan. Namun tidak dimaksudkan untuk menjadi petunjuk lengkap. Dalam kasus tertentu anda mungkin menerima informasi yang berbeda/tambahan dari dokter, perawat atau bidan serta tenaga kesehatan lainnya. Anda disarankan untuk mengikuti informasi tertulis atau lisan khusus yang diberikan kepada anda  oleh dokter atau petugas kesehatan. Silakan konfirmasi ulang jika ada keraguan.

 

  1. Informasi umum

Trombositopenia  merupakan suatu kondisi medis pada seseorang yang ditandai dengan kadar trombosit dalam darah kurang dari normal (Nilai Normal trombosit 150.000 -500.000 µL).

 

Fungsi trombosit adalah sebagai penutup atau penyumbat saat adanya kebocoran pembuluh darah. Selain itu, trombosit juga akan memicu reaksi pembekuan darah lebih lanjut sehingga perdarahan dapat dihentikan. Sebagai tambahan, umur trombosit hanya bertahan sekitar 9 hari, kemudian dieliminasi dan diganti dengan sel trombosit baru

 

  1. Apa yang terjadi jika trombosit rendah/Trombositopenia?
  1. Mudah terjadi perdarahan (dari gusi, mulut,  hidung, dan organ lainnya).
  2. Badan terasa lemas dan tidak bertenaga
  3. Bisa nyeri badan atau sakit kepala berat.
  4. Mungkin terjadi Perubahan warna kulit (lebih gelap dari biasanya) di Extremitas (Lengan/Kaki).

 

  1. Bagaimana perawatan pada trombositopenia?
  1. Informasikan ke dokter  riwayat obat yang anda minum sebelumnya dan yang terkini . (khususnya obat fibrinolytic terapi/agents, pengencer darah)
  2. Hentikan mengkonsumsi obat-obat pengencer darah (Jika mengetahui jenisnya) atau konsultasi dengan dokter.
  3. Jangan  melakukan sikat gigi gantikan alternative lain seperti obat kumur jika tidak ada pantangan dengan sakit anda.
  4. Jangan mengkorek hidung ataupun telinga takutnya ada perlukaan di pembuluh darah organ tersebut.
  5. Perhatikan dan pantau warna Feses (kotoran BAB) laporkan segera atau pergi ke dokter jika ada perubahan warna feses hitam ataupun kemerahan. 
  6. Banyak minum (+ 2-3 liter perhari) jika tak ada larangan atau sesuai instruksi dokter.
  7. Jika anda dirawat inap patuhi semua instruksi yang dijalankan dan diskusikan dengan petugas kami untuk pencapaian perencanaan perawatan dan pengobatan yang dijalankan.

 

Penularan dan masa inkubasi

Demam Dengue Dan Atau Demam Berdarah

 

 

 Vektor DBD

 

Virus Dengue ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae). Ae aegypti merupakan vektor epidemi yang paling utama, namun spesies lain seperti Ae.albopictus, Ae.polynesiensis dan Ae. niveus juga dianggap sebagai vektor sekunder. Kecuali Ae.aegypti semuanya mempunyai daerah distribusi geografis sendiri-sendiri yang terbatas. Meskipun mereka merupakan host yang sangat baik untuk virus dengue, biasanya mereka merupakan vektor epidemi yang kurang efisien dibanding Ae.aegypti

 

Siklus penularan

 

Nyamuk Aedes betina biasanya terinfeksi virus dengue pada saat dia menghisap darah dari seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia) yaitu 2 hari sebelum panas sampai 5 hari setelah demam timbul.

Nyamuk menjadi infektif 8-12 hari sesudah mengisap darah penderita yang sedang viremia (periode inkubasi ekstrinsik) dan tetap infektif selama hidupnya

Setelah melalui periode inkubasi ekstrinsik tersebut, kelenjar ludah nyamuk bersangkutan akan terinfeksi dan virusnya akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit dan mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka gigitan ke tubuh orang lain. Setelah masa inkubasi di tubuh manusia selama 3 - 4 hari (rata-rata selama 4-6 hari) timbul gejala awal penyakit secara mendadak, yang ditandai demam, pusing, myalgia (nyeri otot), hilangnya nafsu makan dan berbagai tanda atau gejala lainnya.

Viremia biasanya muncul pada saat atau sebelum gejala awal penyakit tampak dan berlangsung selama kurang lebih lima hari. Saat-saat tersebut penderita dalam masa sangat infektif untuk vektor nyamuk yang berperan dalam siklus penularan, jika penderita tidak terlindung terhadap kemungkinan digigit nyamuk. Hal tersebut merupakan bukti pola penularan virus secara vertikal dari nyamuk-nyamuk betina yang terinfeksi ke generasi berikutnya.

Masa inkubasi

Infeksi Dengue mempunyai masa inkubasi antara 2 sampai 14 hari, biasanya 4-7 hari.

 

Host

Virus dengue menginfeksi manusia dan beberapa spesies dari primata rendah. Tubuh manusia adalah reservoir utama bagi virus tersebut, meskipun studi yang dilakukan di Malaysia dan Afrika menunjukkan bahwa monyet dapat terinfeksi oleh virus dengue sehingga dapat berfungsi sebagai host reservoir. Semua orang rentan terhadap penyakit ini, pada anak-anak biasanya menunjukkan gejala lebih ringan dibandingkan dengan orang dewasa.  Penderita yang sembuh dari infeksi dengan satu jenis serotipe akan memberikan imunitas homolog seumur hidup tetapi tidak memberikan perlindungan terhadap terhadap infeksi serotipe lain dan dapat terjadi infeksi lagi oleh serotipe lainnya.

 

 

Faktor Risiko Penularan Infeksi Dengue

Beberapa faktor yang berisiko terjadinya penularan dan semakin berkembangnya penyakit DBD adalah pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak memiliki pola tertentu, faktor urbanisasi yang tidak berencana dan terkontrol dengan baik, semakin majunya sistem transportasi sehingga mobilisasi penduduk sangat mudah, sistem pengelolaan limbah dan penyediaan air bersih yang tidak memadai, berkembangnya penyebaran dan kepadatan nyamuk, kurangnya sistem pengendalian nyamuk yang efektif, serta melemahnya struktur kesehatan masyarakat. Selain faktor-faktor lingkungan tersebut diatas status imunologi seseorang, strain virus/serotipe virus yang menginfeksi, usia dan riwayat genetik juga berpengaruh terhadap penularan penyakit..